Menikah tanpa cinta –
Berikut ini adalah dalil dari menikah tanpa cinta:
“Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)
![]() |
| Menikah tanpa cinta |
Saat
saya menulis ini, pikiran saya kembali menerawang mengingat masa lalu..
Kira-kira
3 tahun yang lalu, kolega saya menikah dan tanpa dasar cinta. Jodohnya bertemu
dengannya pertama kali saat dia masih duduk di bangku kuliah. Saat di bangku
kuliah, sang pria adalah cowok cupu yang kurang disukai oleh cewek di
kampusnya.
Beda
hal nya dengan wanita nya yang cantik dan mempesona, sehingga banyak kumbang
datang menghampiri. Sudah dari bangku kuliah, pria ini menaruh hati pada kolega ku ini.
Namun
apa daya, gayung tak bersambut. Akhirnya mereka lulus dan menempuh jalan
masing-masing. Setelah 10 tahun kemudian mereka bertemu kembali dalam sebuah
acara reuni dan disitulah awal cerita ini bergulir.
Kolega saya, kebetulan habis broken heart, jadi gayung pun bersambut. Akhirnya sang pria kembali pdkt dengan alasan dia sudah makmur sekarang.. dengan
gaji yang berdigit-digit dan semua kemewahan telah ia miliki, ya cukuplah untuk
melamar sang pujaan hati.
Tanpa
berlama-lama, hanya butuh sebulan langsung dilamarlah sang pujaan hati, istilahnya
Taaruf dlm Islam. Tanpa pacaran, hanya mengenal satu sama lain lebih intens,
tanpa keterikatan hubungan pacaran maupun kontak fisik. Akhirnya mereka pun
menikah dengan meriah. Namun bagaimana selanjutnya?
Saya
tidak ingin menceritakan lebih lanjut tentang hubungan mereka, hanya ingin
memberi pandangan tentang 5 cara mempertahankan pernikahan Anda walaupun tanpa
cinta:
Jangan lewatkan ini: 7 Langkah Mengatur Keuangan Bulanan
Menikah Tanpa Cinta
Dalam Islam
- Menikah adalah ibadah sunatullah. Dengan menikah kita adalah umat nabi Muhammad SAW. Dalam menikah tidak ada perbedaan antara si miskin, kaya, hitam, putih. Semua telah melebur dalam janji suci perkawinan, hal ini tentunya tidak terbatas agama maupun ras.
- Menikah adalah penyatuan dua keluarga besar. Keluarga dalam hal ini, orang tua dan sanak saudara kedua pihak pun ikut melebur. Sehingga kita sepatutnya saling menghargai dengan pihak keluarga istri maupun suami.
- Menikah adalah menyatukan visi dan misi termasuk penyatuan dompet. Saat ini banyak kaum lelaki yang menjaga privasinya dengan tidak memberikan data gaji yang sebenarnya kepada istrinya dan memilih memberikan nafkah kepada istri secara parsial. Seminggu dijatah 100 ribu, gimana saudari sanggup? Bicarakanlah panjang x lebar sebelum menikah, biar tidak shock.
- Menikah adalah penyelarasan emosi dan toleransi masing-masing. Jika sebelum menikah, sejoli tidak pernah bertengkar dan meributkan letak odol ataupun menegur anak dengan cara yang berbeda, maka di saat menikah, hal kebalikannya akan terjadi. Semua titik hitam akan menjadi terang benderang. setelah menikah, siapa kamu dan siapa saya sebenarnya menjadi sebuah reality show sehari-hari. Bicarakan dengan pasangan, hal yang paling tidak disukai oleh si dia, sehingga Anda bisa menjaga perasaan suami , demikian juga sebaliknya.
- Menikah adalah murni karena kebutuhan akan teman hidup dan partner evolusi. Menikah, punya anak dan menua adalah proses evolusi . Bayangkan jika Anda dalam proses tersebut tiba-tiba Anda sakit atau sedih, siapa yang akan jadi teman curhat Anda kalau bukan suami? Jadikanlah suami sebagai sahabat, ayah, kakak saat Anda ingin ditemani di masa sulit dan bahagia Anda.
Menikah Tanpa Cinta
Mungkinkah?
Menikah
tanpa cinta dalam Islam atau Taaruf sudah menjadi hal lumrah dalam keluarga
Islami. Hal ini dikarenakan banyak orang yang kesulitan untuk mencari jodoh
untuk dirinya. Sehingga lebih mempercayakan teman maupun relasi dan biro jodoh
untuk mempertemukan para jomblo kesepian dengan jodohnya. Ditambah lagi dalam
Islam dilarang untuk pacaran.
Simak juga yang ini: Bisakah Karyawan bergaji 3 jutaan ambil mobil
Fenomena
jaman sekarang adalah menikah tanpa didasari cinta bukan karena dipaksa oleh
kedua orang tuanya, tapi semata karena tingkat kesadaran terhadap agama Islam
khususnya meningkat. Hal ini membuat kaum muda sudah bisa membedakan mana yang
halal dan haram sesuai dengan tuntunan Islami.
Menikah Tanpa Cinta
Apa Bisa Bahagia?
Tentu
bisa. Menikah tanpa cinta tetap menjadi solusi Islami
yang sesuai dengan syariat. Kenalilah pasangan Anda lebih dekat lagi sebelum
Anda menikah. Saat pengenalan itu terjadi, diharapakan adanya rasa sayang
maupun cinta yang dapat menjadi pengikat saat menikah nanti dan yang terutama
adalah saat Anda mengalamai problem dalam kehidupan pernikahan.
Fitrah
wanita dan pria dipertemukan dan berjodoh itu tertuang dalam:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)
Dianjurkan
sebaiknya sebelum menikah, Anda telah mengenal dan melihat calon mempelai Anda,
istilahnya “Jangan beli kucing dalam karung”. Dengan demikian Anda dapat
memahami dan melihat sosok pasangan Anda lebih dekat lagi tanpa Anda perlu
merasa kikuk atau bingung harus ngobrol apa. Hal ini tertuang dalam hadist:
“Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya” (HR. Imam Ahmad)
Semoga
cara diatas dapat membantu Anda untuk berpikir ulang tentang makna pernikahan
dan menghargai nilai dari kesakralan pernikahan. Saat ini menikah tanpa
didasari rasa cinta menjadi fenomena buat kaum muda Islam yang mengerti dan
mengkaji agamanya dengan baik.

0 comments:
Post a Comment