Janji Cinta Sejati -
Pernahkah kita ingkar janji? Pasti dalam suatu masa, tanpa kita sengaja atau
memang kita khilaf melupakan janji kita terhadap keluarga, teman atau kekasih
hati …
Hal
itu aku temukan hikmahnya disini…di Candi Prambanan, Jogja.
Pertama
kalinya aku menginjakkan kaki di Candi yang penuh dengan kisah romansa ini.
Tekagum-kagum aku menyaksikan kebesaran budaya bangsa Indonesia yang merupakan
anugrah sang pencipta, begitu sempurna …
![]() |
| janji cinta sejati - roro jonggrang |
Alkisah,
seorang putri yang cantik jelita which is Princess Roro Jonggrang,
bagaikan bidadari yang turun dari khayangan berjanji kepada pangeran Bandung
Bodowoso untuk bersedia menikah dengannya namun dengan dua persyaratan besar
yang harus dipenuhi oleh pangeran yakni: Pertama membuat sumur Jala Tunda dan
yang kedua adalah membuat 1000 candi dalam waktu semalam saja.
Bandung
Bondowoso sendiri adalah seorang ksatria yang gagah berani dan merupakan
pangeran dari kerajaan Pengging, namun telah membunuh ayah Roro Jonggrang
yang merupakan seorang raksasa besar yang menyukai makan daging manusia bernama
Prabu Boko. Prabu ini adalah raja di keraton Boko adalah sosok yang serakah dan
ingin menguasai kerajaan Pengging
Namun
raksasa ini terbunuh dalam perang oleh Bandung Bondowoso dan dia bertekad untuk
menghabisi semua keturunan dari Prabu Boko, namun itulah kekuatan cinta pada
pandang pertama. Setelah menyaksikan kecantikan dari RORO Jonggrang, pangeran
pun langsung luluh hatinya dan menginginkan untuk memperistri Putri RORO
Jonggrang.
Apa
nyana, si putri ingkar janji dan mengubur pangeran hidup-hidup saat menunjukkan
isi sumur Jala Tunda. Namun karena kesaktiannya sang pangeran masih hidup dan
murka terhadap putri, namun sekali lagi kekuatan cinta mampu melumerkan hati
pangeran dan tetap bersedia untuk membuatkan 1000 candi untuk sang putri dengan
bantuan dari para jin untuk menyelesaikannya dalam waktu semalam saja.
Baca juga ini: Say no to Skinship, Say Yass to Taaruf
Baca juga ini: Say no to Skinship, Say Yass to Taaruf
Tak
disangka, sang putri karena merasa dendam atas kematian ayahnya pun mencari
akal untuk membatalkan pernikahannya dengan cara memanggil gadis desa sekitar
Prambanan untuk menumbuk padi dan membakar jerami di tengah malam agar terlihat
sudah pagi dan diikuti dengan ayam yang berkokok bersautan.
Akhirnya
para jin tidak mau meneruskan pembangunan candi tersebut karena sudah fajar,
dimana pembangunannya telah selesai sebanyak 999 candi. Namun Pangeran
Bondowoso pun yakin pada firasatnya kalau pagi belumlah tiba, dipanggilnya
putri Roro Jonggrang untuk menghitung jumlah candi,namun putri bersikeras tidak
mau menikahinya.
Karena
ingkar janji dan merasa dibohongi, akhirnya pangeran pun mengutuk Roro
Jonggrang menjadi candi yang ke-1000 untuk menggenapi jumlah candi tsb.
Kisah
lainnya: 7 Fakta Reunian
Jaman
modern sekarang ini, tidak mungkin kita mengalami hal se ekstrim diatas, namun
terasa ada yang siap menimpa jika kita ingkar akan janji. Apalagi jika kita ber
nazar kepada Allah, pastinya kita harus memenuhinya.
Jika
tidak, cobaan akan terus berada di pihak kita bahkan musibah, apakah kita
ikhlas untuk selalu diberi cobaan oleh Tuhan karena kelalaian kita akan janji?
Hikmah
apa yang bisa kita petik dari cerita rakyat Prambanan? Sudahkah menepati janji
mu? Bagaimana jika kita yang berada di posisi yang diingkari janjinya,
ikhlaskah kita menerima atau mendendam?
Mendendam itu menyimpan amarah dan rasa tidak senang
terhadap seseorang untuk waktu yang cukup lama dan tidak dapat memaafkan
kesalahan orang lain hingga orang itu menemui balasan yang setimpal atas orang
yang sakit hati padanya.
Dendam
merupakan sebuah penyakit hati. Penyakit ini dapat membawa kita pada penyakit
jasmani lainnya. Juga dapat membuat celaka di kemudian hari. Hal ini dapat
merugikan diri sendiri. Dalam sebuah ayat suci Al-Quran menceritakan tentang
dendam dan solusi untuk mengatasi rasa dendam:
Nabi saw bersabda: Orang mukmin itu bukanlah pendendam. Allah tidak menghendaki umatnya sebagai pendendam, melainkan menghendaki hamba-hamba-Nya menjadi pemaaf. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(Al Araf: 199)
Mengingat
kata-kata janji cinta sejati dapat menjadi penyatu hati yang
terlanjur mendendam, dengan mengingat selalu kebaikan seseorang dan melupakan
yang telah berlalu. Obatilah hatimu dengan mendekatkan diri pada Illahi.

0 comments:
Post a Comment